Berminat Investasi Saham Atau Nabung Saham? Baca Dulu Caranya

19 November 2020 | Keuangan

Seputar Investasi Reksadana Yang Wajib Diketahui Pemula Agar Untung

Berminat Investasi Saham Atau Nabung Saham? Baca Dulu Caranya – Investasi, mendengar kata ini tentunya yang terbesit dipikiran anda akan langsung mengarah kepada uang ataupun aset. Mungkin anda pernah mendengar dan memahami tentang investsi ini. Tak menutup kemungkinan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dan memahami apa itu investasi. Hal ini pula yang menjadikan masyarakat tidak terlalu tertarik melakukan investasi. Padahal, jika hanya dengan menabung tentunya tidak akan cukup. Maka dari itu, investasi perlu dilakukan agar nilai aset yang anda miliki bisa bertumbuh tanpa harus khawatir tergerus oleh inflasi. Masih banyak orang yang mempunyai pemikiran bahwa yang berinvestasi hanyalah orang yang mempunyai banyak uang saja.

Pentingnya Investasi

Perlu anda ketahui bahwa berinvestasi dapat dilakukan oleh semua orang, apalagi jika anda mempunyai tujuan keuangan. Sangat diperlukan bagi anda yang mempunyai tujuan keuangan jangka pendek, menengah maupun panjang. Tujuan keuangan dari orang yang berinvestasipun beragam. Mulai dari berkeinginan membeli rumah, biaya menikah, biaya pendidikan anak, biaya liburan, hingga biaya hari tua. Pilihan berinvestasi juga beragam, antara lain :

  1. Pasar Modal (Saham, Reksadana, Obligasi, Sukuk)
  2. Investasi Emas (Emas logam mulia dan Perhiasan)
  3. Investasi Properti (Tanah, Rumah dan Apartemen)

Nah, itu tadi adalah beberpa pilihan jenis investasi beserta produknya.

Banyak yang bertanya tentang modal investasi “Investasi perlu modal banyak atau tidak?”. Nah, modal investasi tentunya berbeda-beda, tergantung jenis yang investasi tersebut. Namun, anda tidak perlu khawatir dengan ini, karena modal investasi sangatlah terjangkau. Contohnya, investasi yang memberi keuntungan tinggi pastinya akan beresiko tinggi pula, seprti saham contohnya. Namun tenang, kini anda dapat berinvestasi saham dengan modal mulai dari Rp.100.000,- saja. Cukup terjang kan? Jelas ini sangatlah terjangkau untuk anda yang belum memiliki banyak modal untuk berinvestasi.

Ada hal penting yang harus anda ketahui sebelum berinvestasi saham. Sebaiknya anda ketahui dahuku tentang hal-hal mengenai saham. Ini bertujuan agar anda mengerti dan mengetahui tentang keuntungan dan resiko dari investasi saham tersebut. Maka, dengan ini anda dapat memaksimalkan keuntungan investasi saham anda.

Apa Yang Dimaksud Investasi Saham dan Nabung Saham?

Berminat Investasi Saham Atau Nabung Saham? Baca Dulu Caranya
Berminat Investasi Saham Atau Nabung Saham? Baca Dulu Caranya | Image Source : Pexels.com

Dilansir dari laman situs Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham dapat diartikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau badan usaha dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan penyertaan modal tersebut. Maka pihak tersebut akan memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Investasi saham ini menjadi terjangkau karena adanya nabung saham. Yuk Nabun Saham (YNS) adalah sebuah kampanye yang mengajak masyarakat Indonesia untuk berinvestasi pada pasar modal melalui share saving. Dengan modal yang terjangkau, berbekal modal Rp.100.000,- setiap bulannya, masyarakat akan diajak untuk menabung saham secara rutin dan berkala.

Sebelum lanjut, kita akan diberikan pengertian tentang investasi. Investasi adalah kegiatan penanaman modal atau dana pada suatu wujud yang terlihat secara fisik maupun tidak. Dengan maksud mendanai keperluan dan mendukung jalannya ekonomi sehingga memberikan keuntungan bagi para pemegang modal. Adapun difinisi investasi yang lebih mudah dipahami bila investasi tersebiut lebih spesifik, seperti investasi saham.

Apa Saja Jenis Investasi Saham Tersebut?

Saat ini total saham yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia hingga 11 September 2020 sebanyak 711 emiten (Perusahaan).

Adapun saham-saham tersebut diklasifikasikan ke dalam 9 sektor, ialah :

1. Agriculture : Mencakup usaha pada bisan tanaman pangan, perkebunan, perternakan, perikanan, kehutanan, dan jasa-jasa yang terkait dengan bidan tersebut.

  • Crops
  • Plantation
  • Animal Husbandary
  • Fishery

2. Mining : Usaha pada bidang pertambangan dan penggalian. Seperti, pertambangan batu bara, minya dan gas bumi, biji logam, penggalian batu-batuan, tanah liat, pasir, penambangan garam, pertambangan mineral, bahan kimia, dan bahan pupuk. Serta penambangan gips, aspal dan gamping.

  • Coal Mining
  • Crude Petroleum & Natural Gas Produktion
  • Metal dan Mineral Mining
  • Land / Stone Quarrying

3. Basic Industry & Chemicals : Industri dasar yang mencakup usaha pengubahan material dasar menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Yang masih akan diproses disektor perekonomian selanjutnya. Industri kimia yang mencakup usaha pengolahan bahan-bahan terkait kimia dasar yang akan digunakan pada proes produksi selanjutnya dan industri farmasi.

  • Cement, Glass, Porcelain
  • Metal and Allied Products
  • Chemicals
  • Plastics and Packaging
  • Animal Feed
  • Wood Industries
  • Pilp and Paper
  • Other

4. Miscellaneous Industry : meliputi usaha pembuatan mesin-mesin berat maupun ringan. Termasuk komponen penunjangnya.

  • Machinery and Heavy Equipment
  • Automotive and Components
  • Textile, Garment
  • Footwear
  • Cable
  • Electronics

5. Condumers Good Industry : usaha pengolahan yang mengubah bahan dasar/setengah jadi menjadi barang jadi yang umumnya dapat dikonsumsi pribadi.

Food and Beverages

  • Tobacco Manufacturers
  • Pharmaceuticals
  • Cosmetics and Household
  • Houseware
  • Other

6. Property, Real Estate, and Building Construction : kontruksi meliputi usaha pembuatan, perbaikan, pembongkaran rumah dan berbagai jenis gedung. Real Estate mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoprasian berbagai macam bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal.

  • Property and Real Estate
  • Building Construction

7. Infrastructur, Utility and Transportation : usaha yang meliputi penyediaan energi, sarana transportasi dan telekomunikasi serta bangunan infrastruktur dan jasa-jasa penunjangnya. Bangunan infrastruktur meliputi bangunan non gedung dan rumah.

  • Energi
  • Toll Road, Airport, harbor and Allied Products
  • Telecommunication
  • Trasportation
  • Non Building Construction

8. Finance : usaha yang terkait dengan sektor keuangan. Meliputi, perantara keuangan, lembaga pembiayaan, asuransi, perusahaan efek dan perusahaan investasi.

  • Bank
  • Financial Institution
  • Securities Company
  • Insurance
  • Others

9. Trade, Service and Investment : mencakup usaha perdagangan partai besar dan kecil. Serta usaha terkait sektor jasa seperti hotel, restoran, komputer dan perangkatnya, periklanan dan media serta industri percetakan.

  • Wholescale
  • Retail Trade
  • Restaurant, Hotel and Tourism
  • Advertising, Printing & Media
  • Healthcare
  • Computer and Service
  • Investment Company
  • Other

Investasi saham juga dikategotikan menjadi beberapa jenis, yaitu :

  • Blue Chip Stock yang merupakan saham biasa dengan reputasi yang tinggi sebagai pemimpin dalam sebuah industri.
  • Income Stocks yang merupakan saham emiten yang dikenal memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen sebelumnya.
  • Growth Stocks yang merupakan kumpulan saham terkenal dan kurang terkenal
  • Speculative Stocks yang merupakan saham secara konsisten mendapat penghasilan dan kemungkinan berpenghasilan tinggi dimasa mendatang
  • Cyclical Stocks yang merupakan saham yang tidak terpengaruh oleh berbagai kondisi ekonomi makro
  • Emerging Growth Stock yang merupakan saham yang diterbitkan perusahaan tercatat relatif kecil dan stabil bahkan pada situasi ekonomi yang tidak menguntungkan.
  • Defensive Stock yang merupakan saham yang tetap stabil dalam satu periode atau kondisi yang tidak pasti.

Saham juga terbagi menjadi 2 jenis, yaitu saham biasa (Common Stock) dan saham prefen (Preferred Stock). Apa tu saham biasa dan saham prefen?

1. Saham biasa : merupakan surat berharga yang menyatakan kepemilkan seseorang atas sebuah perusahaan. Pemegang saham biasa tidak memilikihak-hak istimewa untuk menentukan kebijakan seperti pada saham prefen. Namun, pemegang saham biasa juga mendapatkan hak bersuara dan voting dalam rapat umum pemegang saham. Hanya saja menyoal pembagian dividen, pemegang saham biasa tidak menjadi prioritas pada perusahaan.

Investor saham biasa akan selalu berada diurutan terakhie setelah pemegang saham preferen. Anda perlu mengetahui juga bahwa mayoritas saham yang diperdagangkan dipasar saham adalah saham biasa.

2. Saham Preferen : pemegang saham ini memiliki prioritas lebih tingg dalam hal pembagian dividen. Mereka akan didahulukan atas pembagian dividen dan jumlahnya akan lebih besar dibandingkan investor saham biasa.

Bagi investor saham preferen, apabila perusahaan dilikuidasi. Mereka akan mendapatkan uang terlebih dahulu atas investasi yang dilakukan, sebelum mengembalikan modal pada pemilik saham biasa.

Apa Saja Keuntungan Yang Didapat Dari Saham?

Berminat Investasi Saham Atau Nabung Saham? Baca Dulu Caranya
Berminat Investasi Saham Atau Nabung Saham? Baca Dulu Caranya | Image Source : Pexels.com

Ada beberapa keuntungan saham yang wajib anda ketahui sebelum melakukan investasi saham. Berikut adalah beberapa keuntungan dari investasi saham :

1. Dividen

Dividen merupakan keuntungan perusahaan yag didapat dan akan dibagikan kepada para pemegang saham. Keuntungan ini tidak semuanya akan dibagikan. Namun, sebagian akan ditahan untuk ditanam kembali dan dipergunakan sebagai biaya oprasional perusahaan selanjutnya. Biasanya, nominal dan besarnya dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dividen yang dibagikan oleh perusahaan dapat berupa dividen tunai. Artinya, kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu. Bisa juga berupa dividen saham yang artinya setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham pemodal bertambah.

Harus dimengerti bahwa, peraturan pembagian dividen setiap perusahaan tidak sama. Bahkan, ada beberapa perusahaan menetapkan tidak akan membagi keuntungan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Melainkan dalam bentuk lain yaitu capital gain.

2. Capital Gain

Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dengan harga jual. Terbentuk dengan adanya sebuah aktivitas perdagangan saham pada pasar sekunder. Misalkan, investor membeli saham A dengan harga per saham Rp. 5.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp. 5.500 per saham yang berarti pemodal mendapatkan capital gain sebesar Rp. 500 untuk setiap saham yang dijual. Biasanya jenis keuntungan ini akan ditetapkan pada perusahaan yang tidak menetapkan pembagian keuntungan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen.

Terlepas dari keuntungan tersebut, investasi saham tentunya memiliki beberapa resiko. Dalam berinvestasi, sudah barang tentu akan ada resiko disalamnya. Maka dari itu sebelum berinvestasi sebaiknya anda pahami dulu semua produk investasi dan resikonya.

Apa Saja Resiko Dalam Berinvestasi Saham?

Ada beberapa resiko dalam berinvestasi, berikut resiko-resikonya :

1. Resiko Tidak Memperoleh Dividen

Seperti yang sudah disebutkan diatas. Ada beberapa perusahaan yang memiliki kebijakan untuk tidak membagikan keuntungan dalam bentuk dividen. Maka dari itu, untuk mendapatkan keuntungan, pemegang saham harus mengandalkan capital gain.

2. Resiko Capital Loss

Resiko ini kemungkinan bisa terjadi apa bila kinerja perusahaan menurun dan terjadinya penurunan harga perlembar saham. Bila pada capital gain terjadi kenaikan per lembar saham, maka ini adalah sebaliknya. Harga per lembar saham jatuh dan menimbulkan kerugian bagi para pemegang modal. Alhasil apabila investor merasa takut terjadi penurunan terus menerus. Tak jarang banyak investor yang menjual sahamnya untuk menyelamatkan dananya meskipun merugi dan ini yang disebut capital loss.

Capita Loss merupaka satu kondisi dimana investor menjuan saham lebih rendah dari harga beli. Misalkan saham PT. A yang dibeli dengan harga Rp. 5000 per saham, kemudian harga tersebut mengalami penurunan hingga mencapai Rp. 3000 per saham. Karena takut harga saham akan terus turun, investor akan menjual pada harga Rp. 3000 sehingga mengalami kerugian sebersar Rp. 2000 per saham.

3. Resiko Likuidasi

Resiko dimana perusahaan yang sahamnya dimiliki dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau perusahaan tersebut dibubarkan. Hal ini tentunya membuat perusahaan tidak bisa memberikan keuntungan apapun kepada para pemegang saham. Dalam hak klaim dari pemegang saham mendpat prioritas terakhir setelah kewajiban perusahaan dapat dilunasi. Pelunasan ini didapatkan dari hasil penjualan kekayaan perusahaan. Jikalau masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa dapat dibagi secara proposional kepada seluruh pemegang saham. Namun, jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemeggang saham tidak memperoleh hasil dari likuiditas tersebut.

Ini merupakan resiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu, seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengkuti dan mengawasi perkembangan perusahaan.

Hindari Kesalahan-kesalahan Berikut Saat Berinvestasi

Berminat Investasi Saham Atau Nabung Saham? Baca Dulu Caranya
Berminat Investasi Saham Atau Nabung Saham? Baca Dulu Caranya | Image Source : Pexels.com

Berinvestasi saham sebenarnya mudah, anda tidak perlu khawatir dengan resiko-resiko yang ada. Kuncinya adalah pahami dulu investasi saham dengan baik dan pelajari strategi-strategi berinvestasi. Yang terpenting adalah pilihlah saham yang memiliki fundamental yang kuat dan menghasilkan dalam jangka panjang.

Ada beberapa kesalahan yang harus anda pahami, kesalahan-kesalahan umum yang kerap terjadi, antara lain :

  1. Rencana investasi yang kurang jelas.
  2. Menginginkan keuntungan besar dalam jangka waktu pendek.
  3. Kelebihan informasi yang mengaburkan analisis sehingga mengambil keputusan secara gegabah.
  4. Mudah terpengarus bisnis yang berani menjanjikan keuntungan yang besar.
  5. Berinvestasi hanya pada satu jenis saham saja dan tidak melakukan diversifikasi.
  6. Salah milih karena tidak memilih saham yang berfundamental kuat dan prospek bisnis bagus.
  7. Terguir dengan saham-saham yang naik pada waktu singkat namun turunnya sangat cepat.
  8. Tidak mau belajar dari kesalahan investasi yang sudah pernah dibuat dan tidak sabaran ingin cepat medapatkan untung.
  9. Tidak mau mempelajari ilmu-ilmu saham mendasar seperti membaca laporan keuangan perusahaan, cek pegerakan harga saham secara teknikal dan lain sebagainya.

Berdasarkan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pasar sekunder atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga saham mengalamu fluktuasi. Baik berupa kenaikan maupun penurunan. Pembentukan harga saham terjadi karena adanya permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Dengan kata lain, harga saham dibentuk oleh supply dan semand atas saham tersebut.

Supply dan demand dapat terjadi karena adanya banyak faktor. Berikut adalah faktornya :

  • Faktor bersifat spesifik atas saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri dimana dimana perusahaan bergerak).
  • Faktor bersifat makro, seperti tingkat suku bunga, inflasi dan nilai tukar.
  • Sosial dan Politik.

Sekian artikel ini kami buat dengan harapan bisa memberika informasi tentang investasi saham dan nabung saham yang baik. Saran kami : Sebelum anda melakukan investasi, sebaiknyaanda memahami terlebih dahulu tentang investasi. Pikirkan juga resiko yang mungkin saja dapat terjadi. Sesuai dulu target dan tujuan investasi anda. Berinvestasilah pada perusahaan yang berfundamental kuat serta memiliki prospek bisnis yang bagus. Jangan gegabah dan tetap ikuti perkembangan tempat anda menjadi investor.

Lihat juga artikel dan informasi-informasi menarik lainnya hanya di Gercep.id. Terimakasi telah membaca artikel ini dan semoga dapat dipahami.